Teknik Roasting Biji Kopi Yang Baik

Dalam membuat sebuah kopi yang sempurna, hal yang perlu diperhatikan yaitu teknik roasting yang baik dan benar. Roasting ini mempunyai peranan penting dalam menentukan kualitas dari aroma dan citarasa khas kopi yang dihasilkan nantinya. Oleh karena itu kita akan coba bahas mengenai Teknik Roasting ini.

Roasting merupakan teknik pematangan makanan menggunakan lemak atau minyak baik yang terkandung secara alami dalam bahan pangan maupun tidak. Suhu minimal untuk roasting adalah 150°C. Roasting menggunakan oven saat ini telah umum digunakan. Secara umum, roasting digunakan untuk memanggang bahan pangan berukuran besar atau bulky, misalnya untuk roasting biji kopi untuk meningkatkan flavornya dan roasting pada marsmallow.

Memang untuk membuat sebuah citarasa khas kopi yang nikmat itu tidaklah mudah. Perlu beberapa faktor diantaranya : green beans, pengolahan biji kopi, dan teknik roasting. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara Roasting kopi yang baik agar dapat mengeluarkan rasa dan aroma suatu biji kopi secara maksimal.

Ada beberapa tahapan dalam Roasting kopi yang harus kamu ketahui.
Berikut ini adalah tahapan dalam Roasting kopi yang bisa langsung kamu coba.

Persiapan untuk Roasting kopi

Bagi kamu yang serius ingin me-roasting biji kopi haruslah memiliki persiapan yang matang. Mulai dari perlengkapan Roasting dan juga green bean yang akan kamu proses.
Persiapan yang kamu butuhkan dalam meroasting kopi diantaranya:

1. Mesin Roasting kopi

Sekarang sudah sangat banyak mesin roasting kopi yang bisa dengan mudah kita dapatkan.
Mulai dari skala rumahan sampai pada mesin roasting komersil dengan kapasitas yang besar bisa kamu beli dengan berbagai varian harga.
Selain itu kamu juga harus memiliki kemampuan dalam menjalankan mesin roastingtersebut karena pada beberapa mesin memiliki cara khusus untuk dapat digunakan.
Pada beberapa kasus diperlukan teknik untuk memanaskan terlebih dahulu (pre-heat)mesin roasting sampai pada suhu tertentu sebelum kamu memasukkan green bean kedalam mesin kopi.

2. Green bean

Green beans dengan kualitas tinggi tentu dapat menghasilkan biji kopi dengan cita rasa terbaik.
Namun, tidak semua green bean dapat di roasting degan cara yang sama.
Alasannya, kualitas green beans itu berbeda-beda mulai dari kepadatan green bean (density) dan juga ukuran green bean (bean size) semua memerlukan cara roasting yang berbeda-beda.
Untuk itu, mengenal dan mengetahui kualitas green bean yang akan kita proses merupakan sebuah hal yang tidak bisa di toleransi lagi.
contohnya:
Jika green bean kamu tidak memiliki kepadatan (density) yang cukup lalu kamu roastingdalam waktu yang lama dapat membuat biji kopi rusak.

Membuat strategi roasting atau roasting planning

Dalam roasting biji kopi bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan secara asal.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari roasting kita, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu.

1. Karakter biji kopi yang ingin dihasilkan

Agar proses roasting kamu lebih maksimal, menentukan karakter seperti apa yang ingin kamu bentuk dari green bean tersebut menjadi sebuah hal yang sangat penting.
Mulai dari Aroma, body dan Flavour seperti apa yang ingin kamu hasilkan dari proses roasting ini.
Di sisi lain, hal ini dapat menjadi parameter atau tolak ukur keberhasilan roasting yang kamu lakukan.
Jika hasilnya sesuai tentu saja kamu dapat berbangga hati karena dapat membentuk karakter biji kopi yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

2. Menentukan teknik roasting yang tepat

Dalam rangka membentuk rasa biji kopi terkadang membutuhkan teknik roasting yang berbeda-beda.
Disini kita pernah membahas bahwa dalam roasting kopi terdapat 2 teknik blendingkopi yaitu post roast dan pre-roast.
Selain itu kamu juga bisa meroasting single origin yang berarti hanya menggunakan satu jenis biji kopi.
Ada  3 jenis Roasting Profile yaitu light, medium dan dark roast.
Setiap jenis roasting tersebut memiliki tahapan roasting yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda pula. Mulai dari waktu roasting sampai dengan suhu roasting sangat penting untuk kamu ketahui.
Dengan menggunakan teknik roasting yang tepat kamu bisa membentuk rasa biji kopi dengan maksimal.

Proses Roasting kopi

Setelah semua persiapan dalam roasting kopi telah kamu miliki. Langkah selanjutnya masuk dalam tahap roasting kopi.

1. Yellowing

Dalam beberapa menit setelah kamu mulai meroasting, green bean yang kamu proses akan mulai berubah warna menjadi kekuningan.
Pada tahap ini kandungan air salam biji kopi akan mulai menguap. Namun, biji kopi masih memiliki kepadatan yang tinggi dan akan terus berkurang seiring proses roasting.

2. First crack

Setelah biji kopi mulai berubah warna menjadi kecokelatan, ukuran biji kopi akan mulai membesar yang ditandakan dengan suara letupan (poping) mirip seperti suara letupan saat memasak pop corn.
 
Fase ini lebih dikenal dengan sebutan First crack.
Saat suara popping mulai terdengar pada fase  first crack, kadar air dalam biji kopi akan menguap secara drastis akibat dari panas pada proses roasting.
Pada umumnya green beans akan mulai masuk dalam fase first crack pada suhu 180 derajat celsius.
Selain itu, kandungan glukosa pada green bean akan mulai bereaksi menjadi caramel yang dikenal dengan proses caramelization. Minyak kopi akan mulai keluar pada tahap first crack ini.

3. Roast development

Setelah suara first crack kamu dapatkan tahap selanjutnya adalah membentuk cita rasa dari biji kopi.
Pada tahap ini berbagai macam senyawa dalam biji kopi mulai mengalami rekasi kimia yang dapat membentuk rasa dari biji kopi yang kamu roasting.
Setiap perubahan suhu dan waktu roasting dapat berdampak dalam perubahan rasa dari biji kopi.
kamu juga perlu untuk memperhatikan perubahan warna yang terjadi pada biji kopi.

4. Second crack

Semakin lama kamu me-roasting, biji kopi akan semakin panas dan kembali mengalami letupan (crack) untuk kedua kalinya.
Biji kopi akan berubah warna menjadi lebih gelap dan mengeluarkan lebih banyak minyak kopi. Cita rasa dari biji kopi juga akan terus mengalami perubahan dari mulaflavour, body dan aroma.
Jika kamu terus meroasting maka biji kopi akan semakin lebih gelap dan memiliki rasa smoky dan roasty.
Disini kamu perlu memberikan perhatian yang lebih, karena jika kamu terlalu lama me-roasting bisa membuat biji kopi kamu pecah dah rusak.
Kamu perlu ingat bahwa tingkat kepadatab biji kopi (density) itu berbeda-beda dan apabila biji kopi kamu tidak cukup padat dapat dengan mudah rusak atau pecah jika kamu me-roasting biji kopi terlalu lama.

5. Pendinginan biji kopi

Setelah kamu rasa cukup, biji kopi yang kamu roasting perlu untuk di diinginkan. Biasanya pada alat roasting terdapat cooling pan khusus yang bisa mendinginkan suhu biji kopi yang telah di roasting secara merata.
Biji kopi yang baru di roasting biasanya memiliki kadar karbon dioksida yang masih sangat tinggi. Untuk itu proses pendinginan biji kopi menjadi sangat penting.
Setelah itu biji kopi juga perlu di istirahatkan (resting) sebelum dapat kamu gunakan.
Tapi perlu kamu ingat, setiap orang memiliki waktu resting yang berbeda-beda. Saya menyarankan kamu untuk melakukan resting biji kopi selama 3 sampai satu minggu agar kadar karbon dioksida hasil dari roasting sudah hilang secara signifikan.

4. Cupping

Setelah biji kopi lolos dari proses roasting tentu harus kita nilai kualitasnya.
Mulai dari aroma, rasa dan berbagai hal lainya sangat penting untuk kita ketahui.
Sebelumnya kita telah menentukan target dari cita rasa biji kopi yang akan di roasting pada tahap menentukan strategi roasting.
Cupping merupakan cara terbaik untuk menilai apakah proses roasting yang kita lakukan berhasil atau tidak.
Dari sini kita bisa melakukan evaluasi terhadap proses roasting yang kita lakukan.
Jika hasil rosting nya tidak mengembirakan, maka anda bisa mencoba lagi dengan bermacam teknik dan variabel lainnya. Dalam teknik roasting ini memang tidaklah mudah dan langsung ahli, perlu latihan rutin dan khusus , sehingga kita bisa menggali dan memahami dari setiap tahapnya. Sampai menghasilkan suatu citarasa dan aroma kopi terbaik dan maksimal. Terus berusaha dan jangan ada kata menyerah, selalu inovasi dengan hal baru. Semakin lama jam tayang kamu untuk latihan roasting, maka semakin tinggi juga kemampuan yang akan di dapatkan dalam teknik roasting biji kopi. (ilmubarista.com)
semoga bermanfaat.

Leave A Comment